You are currently browsing the category archive for the 'Ordinary-ku' category.
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia , bila ia berbuat kesalahan,
Melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
Melainkan bagaimana kamu mengerti.
Bukanlah apa yang kamu lihat,
Melainkan apa
yang kamu rasa,
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan.
Melainkan
bagaimana kamu bertahan.
Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang,
Bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita .
Melainkan karena kita
menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.
Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah org yg tak pernah menyatakan cintanya kpd mu .
Bandung.. selain dikenal dengan kota kembang desa, bandung juga dikenal dengan kota yang sangat kreatif penduduknya, walaupun penduduknya sekarang banyak yang dari luar bandung sendiri sih… Salah satu sisi kreatif dari orang bandung bisa dilihat dari pengamen pengamen yang ada dipinggir jalan. Setiap malem minggu banyak mahasiswa-mahasiswi yang merubah jati diri mereka yang semula jadi pelajar menjadi pengamen untuk sekedar kumpul-kumpul sama temen-temen. Nah unik-nya pengamen ini mencari sasaran hanya ke orang-orang yang bermobil dan khususnya pengendara mobil cewek. Nah setelah mereka mendapatkan sasarannya, kemudian pengamennya menyanyikan lagu yang membuat geli di telinga.. ” Wanita cantik wanita cantik… beri kami seratus perak.. Wanita cantik wanita cantik… beri kami seratus perak.. ” Dan tidak ada pemaksaan disini ya….
Nah itu salah satu contoh sisi kreatifnya orang bandung dan Masih banyak lagi…
Kapan bisa ngumpul lagi….. itulah judulnya. Judul yang gak tau kapan bisa terlaksana (anget-anget tai ayam). Kadang membayangkan bisa ngobrol, tidur lagi sama temen-temen kos kayak :
1. Dodol
2. Kusno
3. Dimas
4. Ook
5. dll…
Dan tidak ketinggalan juga temen informatika 2002, kayak :
1. Sigit
2. Napi
3. Arif
4. Andi
5. dll….. yang gak bisa disebutkan semua…
I hope someday, we can gathering in some place… I miss U all ( Semangat Semua….. )
Februari.. yang sering dikatakan orang bulan penuh cinta, bulan kasih sayang.. (halah..)
Sebaliknya, bulan februari untukku memang bulan yang sangat berat baik dari sisi A maupun dari sisi B (aku juga gak tau itu sisi apaan…).
Februari di Telkom (Tempat aku nangkring..) memang bulan yang sangat berat dan penuh hikmah. Aplikasi yang lama ditutup mulai dari 1 februari 2008 dan dimulai era aplikasi baru yang pakai CRM. Dengan dimulainya era aplikasi baru ini banyak kerjaan yang menuntut kerja keras dan penuh pemikiran. Dan efek sampingnya, capek deh… tapi dari capek itu banyak sekali pengalaman yang sangat bermanfaat. Ada pepatah.. eh bukan pepatah.. ( Sesungguhnya di sesudah kesulitan itu, ada kemudahan. Di sesudah kesulitan itu, ada kemudahan. Al Insyira 5-6 ).
Dan kata seseorang nih.. pokoknya harus Semangat…
Dikutip dari blognya mas priandoyo yang sangat menginspirasikan saya.
Tonny Says:
September 17, 2007 at 7:26 am
Meraih Kesejahteraan Finansial dengan Pendekatan Spiritual…..
Saya mendengar seorang ustadz, mencontohkan tentang seorang pengusaha sedang mengincar sebuah proyek. Biasanya dalam dunia bisnis, orang suka main sikut sana-sikut sini, menyogok, atau memakai uang pelicin. ”Sekarang gantilah sogokan Anda dengan membiayai seribu anak yatim piatu atau anak jalanan. Kalau kita boleh bergurau sama Allah, istilahnya kita menyogok-Nya. Insya Allah proyek itu gol. Karena Allah yang memiliki dunia dan seisinya, maka berharaplah dari-Nya, jangan dari manusia.”
Sekarang, kata dia, bayangkanlah keuntungan yang akan Anda dapatkan jika berhasil dalam suatu hal, maka langsung saja 2,5 persen disedekahkan di muka. ”Misalnya anda akan memperoleh seratus juta, maka sebelum memperoleh keuntungan itu, gelontorkanlah uang dari kocek anda sejumlah dua setengah juta rupiah untuk sedekah. Tidak besar, kan? Inilah contoh implementasi membangun usaha dengan spiritual,” paparnya.
Menurut saya rezeki bisa darimana saja… karena sebenarnya ini adalah wilayah yang ternyata kita juga tidak punya “hak prerogratif” untuk mengetahui jatah sebenarnya pada diri kita…maka tidak ada salahnya mencoba melibatkan-Nya ketika akan “memulai, berproses, dan setelah mendapatkannya”…entah proses itu adalah menjadi karyawan, wiraswasta, atau apapun itu… mohon maaf jika terlalu “fundamentalist”…mumpung Romadhon mas Anjar…
Bagaimana pendapat anda?
