Dalam kebudayaan manapun, pernikahan selalu dikaitkan dengan kemakmuran dan kesejahteraan. Makanya tidak heran dalam jaman manapun pernikahan selalu dirayakan dengan meriah, penuh simbol kesejahteraan, kesetiaan dan panjang umur. Pernikahan selalu dianggap momen yang sakral yang bahkan dalam beberapa kebudayaan dianggap sebagai momen kedewasaan seseorang. dst (dikutip dari blog mas priandoyo).
Banyak orang yang bimbang dan ragu dengan pernikahan. Salah satu keraguan itu adalah tentang rezeki. Apalagi kalau sang suami kerjaannya cuma pegawai kecil-kecilan yang gajinya juga tipis (alias cuma cukup makan setiap hari n bayar kos). Bagaimana tidak ragu alias tidak tenang? karena kita akan merasa terbebani cicilan KPR, biaya pernikahan, biaya A, biaya B yang rumit.

Tapi menurut saya semua itu hanyalah pandangan kita saja, mengapa? karena memang kita belum menjalaninya, tapi kalau sudah menjalaninya insyaalah pasti kita akan diberi kemudahan dalam menjalani hidup dan rezeki pasti akan datang. Oya, istri itu kan juga rezeki, apalagi kalau sudah punya anak. Itu rezeki yang tidak ada bandingannya didunia ini.

Ada tanggapan dari pembaca?