Dalam kebudayaan manapun, pernikahan selalu dikaitkan dengan kemakmuran dan kesejahteraan. Makanya tidak heran dalam jaman manapun pernikahan selalu dirayakan dengan meriah, penuh simbol kesejahteraan, kesetiaan dan panjang umur. Pernikahan selalu dianggap momen yang sakral yang bahkan dalam beberapa kebudayaan dianggap sebagai momen kedewasaan seseorang. dst (dikutip dari blog mas priandoyo).
Banyak orang yang bimbang dan ragu dengan pernikahan. Salah satu keraguan itu adalah tentang rezeki. Apalagi kalau sang suami kerjaannya cuma pegawai kecil-kecilan yang gajinya juga tipis (alias cuma cukup makan setiap hari n bayar kos). Bagaimana tidak ragu alias tidak tenang? karena kita akan merasa terbebani cicilan KPR, biaya pernikahan, biaya A, biaya B yang rumit.
Tapi menurut saya semua itu hanyalah pandangan kita saja, mengapa? karena memang kita belum menjalaninya, tapi kalau sudah menjalaninya insyaalah pasti kita akan diberi kemudahan dalam menjalani hidup dan rezeki pasti akan datang. Oya, istri itu kan juga rezeki, apalagi kalau sudah punya anak. Itu rezeki yang tidak ada bandingannya didunia ini.
Ada tanggapan dari pembaca?

10 comments
Comments feed for this article
November 22, 2007 pada 4:10 am
ahmadhanafi
si a*ti ya?
November 22, 2007 pada 4:12 am
rhesasyahrial
waduh siapa tuh… namanya yang lengkap dunk, takut salah orang nanti je…
November 23, 2007 pada 3:30 am
ahmadhanafi
wuahahahhaha…
November 23, 2007 pada 3:33 am
rhesasyahrial
Ini topik rezeki pernikahan kok palah mbahas yang lainnya ya?
jadi bingung…
Back to topic..
November 23, 2007 pada 3:39 pm
elinkuswoyo
tebak tebak … a*ti … wah mesti “ANTI” yo ….. sorry ye .. gue ..
November 24, 2007 pada 5:40 am
rhesasyahrial
Halah… kowe piye ci? wis siap durung?
November 24, 2007 pada 12:54 pm
elinkuswoyo
resa buka … http://www.dudung.net .. heheheeh
November 25, 2007 pada 3:42 am
rhesasyahrial
bagus ci… bagus ci…. manteb thanks
November 25, 2007 pada 12:49 pm
elinkuswoyo
bagus ora di implementasi woooo .. ngomong tok
November 28, 2007 pada 1:04 am
rhesasyahrial
Ya tahap demi tahap ci.. masak langsung dipraktekkan, ya pertama dicicipi dulu n dirasakan dan kemudian baru pendekatan dan kemudian pelaksanaannya ci…